Hal pertama yang terlintas saat mendengar kecelakaan pesawat adalah ngeri, takut dan pasti akan berfikiran bahwa ajal akan menjemput.
Hal ini juga terjadi saat kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Isi rekaman suara kotak hitam pesawat Lion Air JT-610 menjelaskan adanya kepanikan pilot ketika pesawat menukik ke bawah. Dalam rekaman tersebut, para pilot dikatakan melihat buku panduan saat tengah menghadapi kerusakan pesawat. Sayangnya pesawat terlebih dahulu jatuh ke laut dan menewaskan 189 jiwa yang ada di dalamnya.
Saat ini penyidik tengah memeriksa bagaimana sebuah perangkat lunak komputer memerintahkan pesawat untuk menyelam sebagai respons terhadap data dari sensor yang salah dan apakah pilot memiliki cukup pelatihan untuk menanggapi keadaan darurat dengan tepat.
Ini adalah pertama kalinya konten perekam suara dari penerbangan Lion Air dipublikasikan. Ketiga sumber bersedia memberikan keterangan dengan syarat anonimitas. Seorang juru bicara Lion Air mengatakan semua data dan informasi telah diberikan kepada penyelidik dan ia menolak berkomentar lebih lanjut.
Dijelaskan bahwa di dalam pesawat, petugas pertama melaporkan adanya masalah kontrol pesawat dan mengatakan pilot akan mempertahankan ketinggian di angka 5.000 kaki. Tidak dijelaskan secara detail masalah yang dimaksud, namun dikatakan masalah ada pada layar kapten.
Kapten kemudian meminta petugas pertama untuk memeriksa buku pegangan referensi cepat, yang berisi daftar periksa untuk peristiwa abnormal.
Sembilan menit kemudian, jet mengeluarkan peringatan kepada pilot dan mendorong bagian hidung pesawat ke bawah. Pilot berusaha keras agar pesawat terangkat, namun sistem memberikan respons sebaliknya.
Menjelang akhir, kapten meminta petugas pertama untuk memegang kendali terbang sementara dia memeriksa panduan untuk mencari solusi. Saat kapten tengah mencari prosedur yang tepat di buku panduan, petugas pertama tidak dapat mengendalikan pesawat. Pesawat kemudian jatuh ke laut, menewaskan 189 orang di dalamnya.
Kecelakaan Lion Air JT-610 adalah kecelakaan pertama yang melibatkan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8. Boeingmenolak berkomentar dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.
Sumber: Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar