Nampaknya perseteruan antara Pemerintah Amerika Serikat dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, yaitu Huawei kembali memanas.
Pemerintah Amerika Serikat mendesak Jerman untuk tidak terlibat dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei. Bahkan AS mengancam jika Jerman tetap membiarkan Huawei mengembangkan jaringannya di negara mereka, maka Jerman akan kehilangan akses ke sejumlah intelijen AS.
Mengutip laporan The Wall Street Journal, Selasa (12/3), peringatan yang bernada ancaman tersebut disampaikan melalui surat yang dikirim dari Duta Besar AS untuk Jerman. Pemerintah AS berencana untuk membatasi ruang lingkup informasi jika perangkat Huawei benar-benar digunakan dalam infrastruktur Jerman.
Sebelumnya, Menteri Ekonomi Jerman, Peter Altmaier mengatakan bahwa Jerman memang tidak berniat untuk mencegah raksasa teknologi Tiongkok tersebut untuk mengembangkan jaringan 5G di negaranya. Meskipun Jerman dan AS adalah sekutu, Peter tetap menegaskan bahwa semua perusahaan, termasuk Huawei tidak akan dilarang di Jermanuntuk membantu mengembangkan teknologi 5G di negaranya.
Huawei memang berulang kali dituduh bahwa produk-produknya menjadi fasilitas untuk kegiatan mata-mata Pemerintah Tiongkok. Amerika Serikat telah secara resmi melarang seluruh penggunaan alat komunikasi Huawei di negaranya, bahkan mengajak negara lainnnya juga.
Pihak Huawei pun selalu membantah kabar yang menyebut bahwa perusahaannya terlibat dengan pemerintah Tiongkokuntuk memata-matai pihak mana pun. Huawei juga selalu mengatakan bahwa tidak ada bukti yang mendukung tudingan pihaknya terlibat kegiatan mata-mata.
Sumber: Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar